Draft #10
Imaji Semu Dunia imajinasi yang begitu indah telah menjadi sesuatu yang sangat bahaya. Memerangkapmu begitu dalam hingga kau lupa akan realita. Satu kedipan mata yang lama memaksaku sadar akan realita. Begitu indah, begitu damai, begitu tenang. Sekumpulan imaji yang membuatku membenci realita ini. Tetapi, tidak ada gunanya aku membenci realita ini, karena dia tidak akan pergi kemana-mana. Memelukku erat bagai sesosok kekasih yang teramat posesif. Love hate yang kumiliki bukanlah dengan sesosok pendamping hidupku, tetapi dengan realita yang berbeda jauh dari dunia fantasi. Realita yang mengajarkanku pentingnya bertopeng. Hingga aku berada di puncak “kebahagiaan”.