Draft #5
Another
Questions.. (The First Long-enough Post)
Semua
orang yang kamu pikirkan sebagai teman dan juga orang-orang yang selalu
menyambutmu dengan senyuman, pernahkah terlintas di benakmu jika itu bukan
merupakan diri mereka yang sebenarnya? Senyum, tawa, sapaan, dan kehangatan
yang kamu rasakan dari mereka apakah itu semua tulus dari dalam diri mereka?
Pernahkah
kamu mencoba untuk membuka mata dan hati lebar-lebar dan mengetahui fakta-fakta
yang selama ini terabaikan? Jika belum, cobalah buka mata dan hatimu dan
jadilah lebih peka terhadap sekitarmu. Pelan tapi pasti kamu akan mengetahui
ketulusan/ketidaktulusan, kejujuran/kebohongan, dan hal-hal lain yang akan
menyadarkanmu kalau selama ini kamu mengabaikan mereka. Namun, jika kamu telah
membuka mata dan hatimu dan kamu juga telah menyadari hal-hal yang terabaikan
untuk waktu yang lama tersebut, maka ada beberapa pertanyaan yang ingin aku
tanyakan padamu.
Pernahkah
kamu berada di tempat yang ramai tetapi kamu merasa kamu sendirian? Walaupun di
tempat itu kamu juga sedang bersama teman-temanmu.
Sudahkah
kamu merasa dan menyadari ‘ketidaktulusan’ dari seseorang yang kamu ajak
bicara? Mereka meresponmu tapi semua respon yang mereka berikan terasa sangat
palsu dan penuh kepura-puraan, sudahkah?
Apa
pernah kamu meragukan banyak hal yang selama ini terasa benar bagimu dan
membuatmu nyaman dan juga bahagia?
Pernahkah
kamu tiba-tiba merasakan dan mengetahui seseorang mengatakan hal yang tidak
benar adanya? Dengan kata lain dia berbohong tepat di depanmu?
Adakah
orang (atau beberapa orang) yang selama ini dekat denganmu dan membuatmu merasa
sangat istimewa dan bahagia, tiba-tiba ‘pergi’ meninggalkanmu? Di saat semuanya
terasa benar, tidak ada sesuatu yang salah. Di saat hubungan kalian baik-baik
saja, namun orang tersebut tiba-tiba pergi begitu saja. Kamu menuntut alasan
dibalik kepergiannya, akan tetapi alasan yang dia berikan terasa sangat
mengganjal walaupun dia sudah sangat detail menjelaskan ‘mengapa dia pergi’.
Kamu ingin terus bertanya agar amarah, keheranan, dan rasa penasaranmu
terpuaskan, tapi dia sudah membuat barrier
terhadapmu dan kamu tidak bisa lagi menjangkaunya. Adakah?
Pernahkah
kamu merasa sangat canggung, nervouse,
rapuh, dan ‘so broken’ ketika bertemu
kembali dengan orang dari masa lalu yang telah menyakitimu dan meninggalkanmu?
Atau sebaliknya?
Apakah
kamu sudah mencoba berinteraksi dengan orang yang memutuskan untuk
meninggalkanmu? Walau kalian dari luar terlihat baik-baik saja (like nothing happened), tapi kamu tahu
akan suatu hal yaitu ‘semua sudah berbeda
dan tidak akan pernah sama lagi’. Karena kamu sudah begitu sangat terluka
dan dirimu yang terdalam sudah pecah dan hancur berkeping-keping ibaratkan
kepingan kaca yang sangat kecil dan serpihan halusnya. Dirimu mencoba menyusun
kembali kumpulan pecahan kaca tersebut sedemikian rupa dengan menggunakan
berbagai cara, namun hasilnya masih saja menunjukan retakan-retakan. Retakan
halus dan juga tipis yang tidak akan pernah bisa hilang seberapa kuat pun kamu
menginginkannya. Semua sudah tidak bisa lagi kembali normal atau kembali utuh
dan mulus layak nya sebuah vas yang baru selesai diproduksi. Apakah kamu
merasakan perasaan seperti itu?
Disini
aku tidak memintamu untuk langsung menjawab semua pertanyaan di atas. Hanya
renungkan saja pertanyaan-pertanyaan itu, satu per satu. Like this blog’s name, “sinner’s random diaries”. Post kali ini pun
hanya merupakan salah satu curahan random
dari hati dan pikiran penulis. Namun, ada suatu hal yang perlu kamu (para
pengunjung dan pembaca blogku) ketahui, aku berterima kasih padamu karena kamu
mau meluangkan waktumu untuk membaca isi blogku. Aku tidak peduli siapa pun
kamu, darimana asalmu, atau bagaimana kamu bisa berada dalam blogku. Aku merasa
senang dan berterima kasih. Dan aku selalu berusaha menulis selayaknya aku
berada tepat di depanmu dan berinteraksi langsung denganmu. :)
Comments
Post a Comment