Draft #7
You...
Kau
mengajarkanku untuk bisa tersenyum di berbagai situasi
Kau
menunjukkan dunia baru padaku, keindahan yang selama ini tidak pernah kuketahui
Kau
selalu bisa membuatku tertawa di saat aku tidak yakin untuk bisa tertawa lagi
Kau
membuatku percaya terhadap sesuatu yang bernama “cinta”
Jemarimu
yang besar dan kokoh menyentuh jemariku dengan lembut dan menggenggamnya erat
Aroma
manis, kata-kata manis, sorot matamu… semua sudah melekat kuat dalam diriku
Kau
hadir dalam hidupku saat aku membutuhkan seseorang untuk menyelamatkanku dan
mampu memberikan kebahagiaan padaku
Bersamamu
bagaikan berada di tempat yang sangat indah
You’re like an angel at that time,
hugging me tightly and took me to the sky
The highest sky…
But then, when the storm came,
kau melepaskan pelukanmu dan membiarkanku terjatuh
Eventho at first you still hugging me
but in the end you decided to letting me fall
Kau
memutuskan untuk menyelamatkan dirimu sendiri dengan mengorbankanku
Ku
hanya bisa menatapmu nanar selama aku terjatuh, terus melihat ke arah langit,
menatapmu, hingga aku tidak bisa melihatmu lagi
I was crying out loud calling your
name but you never fly down to rescue me. You never come…
I keep falling for… I don’t know how
long. Because until a few moment ago, I’m still falling. Not touching the
ground yet. I can’t imagine what kind of hurt that I’d feel when my body
touching the ground.
Apakah
sangat perih dan teramat sangat sakit seperti yang dirasakan oleh hatiku ketika
mengetahui bahwa dirimu memang sengaja melepaskanku dan membiarkan aku terjatuh?
Ataukah lebih sakit dari ini? Atau tidak sebanding?
Aku
mulai mempertanyakan, apakah lebih baik merasakan sakit akibat patah tulang
karena terjatuh dari langit? Ataukah sakit karena rasa kecewa, terkhianati, dan
terbuang?
I close both my eyes, trying to wipe
you off from my mind and my heart
But I can’t… it’s so hard to do that.
Semua
karena kau datang dalam hidupku di saat yang tepat. Saat aku memang
mengharapkan kehadiran seseorang.
Kau
berhasil masuk ke dalam hidupku, melekat kuat dalam diriku bagaikan benalu yang
telah menancapkan akar-akarnya teramat sangat dalam.
I know we have a different life, we
can’t be together…
But why it’s still hurt whenever I
see you? Why hearing your voice from a distance still easy for me? Why you’re
still in my dreams?
I want to move on, but when I thought
everything is start to be fine, you came.
Either in my dreams or we met in real
life
It’s been months after that day...
The things that I know, I’m not the same
person. Unconciously you made me to not believe in romantic relationship kind
of love, doubting every guy who trying to get closer to me, and doubting with
myself. “Am I worth to be happy emotionally?”
I wish I'm emotionless,
or having an amnesia, just to forget everything bout you
Another thing that you’ve should
know. YOU.SCREWED.MY.MENTAL.STATE. Thanks.
Comments
Post a Comment